Jangan Diabaikan, Ini Penyebab Gigi Ngilu dan Cara Mengatasinya
- Vincent Gunawan
- 26 Sep
- 4 menit membaca

Penyebab gigi ngilu bisa beragam, mulai dari enamel yang terkikis hingga masalah pada gusi. Rasa ngilu ini kerap muncul saat Anda makan atau minum sesuatu yang panas, dingin, asam, bahkan manis, dan sering kali mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah gigi yang lebih serius. Mari kita bahas lebih dalam apa saja penyebab gigi ngilu dan bagaimana cara mengatasinya.
Apa Itu Gigi Ngilu?
Gigi ngilu atau gigi sensitif adalah sensasi tajam dan singkat yang muncul ketika gigi terpapar rangsangan tertentu. Normalnya, lapisan email dan sementum melindungi dentin di bawahnya. Namun, ketika lapisan pelindung ini terbuka, saluran kecil pada dentin yang terhubung ke saraf gigi menjadi terekspos sehingga timbul rasa ngilu.
Rasa tidak nyaman ini bisa muncul karena beberapa pemicu, seperti makanan atau minuman panas, dingin, manis, maupun asam. Bahkan, aktivitas sederhana seperti menghirup udara dingin atau menyikat gigi terlalu keras juga dapat memicu ngilu. Walaupun terlihat sepele, kondisi ini menandakan adanya kerentanan pada gigi yang perlu diperhatikan lebih serius.
Penyebab Gigi Ngilu yang Perlu Anda Ketahui
Rasa ngilu pada gigi tidak muncul tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang dapat memicu kondisi ini, dan memahami penyebabnya akan membantu Anda menemukan solusi yang tepat:
Enamel Gigi yang Menipis
Enamel adalah lapisan pelindung terluar pada gigi. Jika enamel menipis akibat faktor usia, kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, atau konsumsi makanan asam berlebihan, maka dentin di bawahnya menjadi terekspos. Dentin ini memiliki saluran kecil yang terhubung langsung ke saraf, sehingga memicu rasa ngilu.
Gigi Berlubang
Lubang pada gigi memungkinkan rangsangan eksternal seperti panas, dingin, dan asam langsung mengenai saraf gigi. Tidak hanya menyebabkan ngilu, gigi berlubang yang tidak segera ditangani juga bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan memerlukan perawatan saluran akar.
Gusi Menyusut (Gingival Recession)
Penyusutan gusi dapat terjadi akibat penyakit periodontal atau teknik menyikat gigi yang salah. Saat gusi menyusut, akar gigi yang sensitif terhadap rangsangan akan terekspos. Akibatnya, hal ini menyebabkan rasa ngilu yang dapat muncul terutama saat makan atau minum.
Penyakit Gusi
Infeksi pada jaringan gusi, seperti gingivitis atau periodontitis, tidak hanya menimbulkan pembengkakan dan perdarahan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gusi menjauh dari gigi sehingga memperlihatkan akar yang sensitif.
Menggunakan Pasta Gigi yang Terlalu Abrasif
Beberapa produk pasta gigi, terutama yang mengklaim memiliki efek pemutih ekstra, dapat mengandung bahan abrasif tinggi. Jika digunakan dalam jangka panjang, pasta gigi dapat mengikis enamel, sehingga membuat gigi semakin rentan terhadap sensasi ngilu.
Makanan dan Minuman Asam
Konsumsi berlebihan makanan dan minuman asam seperti soda, jus lemon, atau cuka dapat mempercepat pengikisan enamel gigi. Seiring waktu, enamel yang rusak ini akan membuat gigi lebih rentan terhadap rasa ngilu.
Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism)
Menggertakkan gigi, terutama saat tidur, bisa menimbulkan retakan halus pada enamel. Retakan ini membuka jalan bagi rangsangan untuk mencapai saraf gigi, sehingga timbul rasa ngilu.
Setelah Perawatan Gigi Tertentu
Setelah menjalani perawatan seperti pemutihan gigi, penambalan, atau pemasangan veneer, gigi bisa mengalami sensitivitas sementara. Namun, jika sensitivitas berlanjut, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut.
Bagaimana Cara Mengatasi Gigi Ngilu?
Mengetahui penyebab gigi ngilu saja tidak cukup. Agar keluhan ini tidak terus berulang, Anda perlu melakukan langkah perawatan yang tepat sesuai kondisi gigi. Beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi rasa ngilu sekaligus melindungi kesehatan gigi dalam jangka panjang:
Gunakan Pasta Gigi untuk Gigi Sensitif
Pasta gigi khusus gigi sensitif biasanya mengandung bahan aktif seperti potassium nitrate yang bekerja menenangkan saraf di dalam gigi. Dengan pemakaian teratur, sensitivitas akan berangsur berkurang sehingga rasa ngilu tidak lagi sering muncul.
Mengadopsi Teknik Menyikat Gigi yang Benar
Sikat gigi berbulu lembut dengan gerakan perlahan jauh lebih aman dibandingkan menekan terlalu keras. Cara ini tidak hanya membersihkan gigi dengan efektif, tetapi juga mencegah kerusakan enamel dan mengurangi risiko gusi semakin turun.
Menghindari Makanan dan Minuman Pemicu
Makanan asam, minuman bersoda, atau es dingin dapat memperparah rasa ngilu. Anda tidak harus berhenti total, tetapi cobalah mengurangi porsinya. Jika ingin tetap mengonsumsi minuman asam, gunakan sedotan agar kontak langsung dengan gigi lebih sedikit.
Rutin Berkonsultasi ke Dokter Gigi
Pemeriksaan rutin setiap enam bulan membantu mendeteksi masalah sejak dini. Dokter gigi dapat memberikan tindakan pencegahan tambahan, misalnya aplikasi fluoride untuk memperkuat enamel sehingga gigi lebih tahan terhadap rangsangan.
Rehabilitasi Fungsi Gigi
Pada beberapa kasus, ngilu muncul karena tekanan berlebih saat mengunyah atau gigi yang sudah aus. Dalam kondisi seperti ini, perawatan rehabilitasi dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi gigi. Di Aesthetics Dental Care (ADC) Tangerang, prosedur ini dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman dengan pendekatan yang minim rasa sakit.
Atasi Gigi Ngilu dengan Layanan Pain Relief di ADC Tangerang

Gigi ngilu bisa dipicu oleh banyak faktor, mulai dari enamel yang menipis hingga penyakit gusi. Dengan perawatan yang tepat seperti penggunaan pasta gigi khusus, teknik menyikat gigi yang benar, hingga pemeriksaan rutin ke dokter gigi, keluhan ini bisa diminimalkan. Namun, pada sebagian orang, rasa ngilu tetap muncul dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Untuk membantu pasien dengan keluhan tersebut, Aesthetics Dental Care (ADC) Tangerang menghadirkan layanan Pain Relief yang didukung teknologi modern, termasuk laser therapy dan prosedur minimally invasive. Pendekatan ini membuat perawatan lebih efektif, minim trauma, dan nyaman bagi pasien.
Dengan dukungan tim dokter gigi berpengalaman, ADC siap memberikan solusi yang disesuaikan dengan kondisi Anda, sehingga rasa ngilu dapat teratasi dan kualitas hidup kembali meningkat.
Jika gigi ngilu mulai mengganggu aktivitas Anda, jangan tunggu hingga bertambah parah. Kunjungi laman layanan Pain Relief Aesthetics Dental Care untuk informasi lebih lanjut dan jadwalkan konsultasi bersama tim kami hari ini.
FAQ
Apakah gigi ngilu bisa sembuh sendiri tanpa perawatan?
Dalam beberapa kasus ringan, gigi ngilu dapat membaik dengan perawatan rumahan seperti menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Namun, jika berlanjut lebih dari beberapa hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi.
Berapa lama rasa ngilu berlangsung setelah scaling atau perawatan gigi?
Sensitivitas setelah prosedur dental biasanya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu. Jika lebih lama, diperlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter gigi.
Apakah semua orang bisa mendapatkan layanan Pain Relief di ADC?
Ya, layanan Pain Relief terbuka untuk semua pasien yang mengalami rasa sakit atau sensitivitas gigi, dengan prosedur yang disesuaikan kebutuhan masing-masing.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi gigi ngilu dengan Pain Relief?
Durasi tergantung pada tingkat keparahan masalah. Banyak pasien merasakan perbaikan signifikan dalam satu kali kunjungan setelah mendapatkan terapi yang tepat.
Apa yang harus saya hindari jika gigi saya sering ngilu?
Hindari makanan dan minuman ekstrem, menyikat gigi dengan keras, dan jangan tunda untuk memeriksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi.



