top of page

7 Faktor Penyebab Gigi Sensitif Beserta Solusi Medis yang Disarankan

  • Gambar penulis: Vincent Gunawan
    Vincent Gunawan
  • 17 Jul
  • 6 menit membaca
ADC Dental Care - penyebab gigi sensitif

Sering merasa ngilu saat mengkonsumsi minuman dingin atau makan yang panas? Bisa jadi itu disebabkan oleh penyebab gigi sensitif yang tak Anda sadari sebelumnya. Meski terasa sepele, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat. 


Banyak orang menunda ke dokter karena berpikir ngilu pada gigi adalah hal wajar. Padahal, sensitivitas gigi bisa jadi adalah sebuah sinyal dari masalah yang perlu perhatian. Untuk itu, penting bagi Anda memahami apa saja faktor yang memicu kondisi ini, serta bagaimana cara mengatasinya secara medis dan efektif.


Apa Saja Penyebab Gigi Sensitif?


ADC Dental Care - penyebab gigi sensitif

Gigi sensitif dapat muncul akibat berbagai faktor yang merusak lapisan pelindung alami gigi atau memicu paparan langsung ke saraf gigi. Jika Anda sering mengalami rasa ngilu mendadak tanpa sebab yang jelas, berikut ini adalah penjelasan tujuh penyebab yang dapat Anda waspadai:


  1. Teeth Grinding (Bruxism)


Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur atau stres bisa menyebabkan ausnya enamel, lapisan pelindung terluar gigi. Enamel yang menipis membuka jalan bagi panas, dingin, atau tekanan langsung menyentuh dentin, sehingga menimbulkan rasa ngilu. Jika tidak dikontrol, bruxism juga dapat menyebabkan gigi retak dan masalah sendi rahang. 


  1. Gusi Menyusut (Receding Gums)


Penyusutan gusi bisa terjadi secara alami karena penuaan, penyakit gusi, atau cara menyikat gigi yang salah. Ketika gusi turun, akar gigi yang tidak dilindungi enamel akan terbuka dan sangat rentan terhadap rangsangan. Area ini juga lebih mudah terpapar bakteri yang dapat memicu infeksi. 


  1. Gigi Berlubang


Lubang pada gigi tak hanya merusak estetika, tetapi juga memungkinkan zat dari luar—seperti makanan atau udara dingin—langsung mengenai saraf di dalam gigi. Gigi berlubang yang tidak ditambal bisa berkembang menjadi abses atau infeksi yang lebih serius, sehingga meningkatkan sensitivitas dan rasa sakit. 


  1. Kebiasaan Menyikat Gigi Terlalu Keras


Menyikat gigi dengan tekanan berlebihan atau menggunakan sikat berbulu keras dapat merusak enamel secara bertahap. Selain itu, teknik menyikat yang tidak tepat juga bisa melukai gusi, mempercepat penyusutan gusi, dan memperparah rasa ngilu pada gigi. Oleh karena itu, mintalah saran pada dokter gigi Anda untuk jenis sikat gigi dan cara menyikat gigi yang dapat aman bagi jaringan lunak Anda.


  1. Konsumsi Makanan dan Minuman Asam


Makanan seperti jeruk, tomat, acar, kopi, atau minuman bersoda mengandung asam tinggi yang dapat melarutkan enamel. Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa perlindungan, enamel gigi menjadi lebih tipis dan rentan terhadap suhu serta tekanan dari luar. 


  1. Gigi Retak atau Patah


Gigi yang mengalami retakan, baik akibat trauma maupun kebiasaan menggigit benda keras, bisa menyebabkan sensitivitas yang datang dan pergi. Retakan kecil memungkinkan bakteri masuk ke bagian dalam gigi, yang kemudian dapat menimbulkan peradangan dan rasa nyeri yang intens. 


  1. Pemutihan Gigi Tanpa Supervisi


Produk pemutih gigi yang dijual bebas atau penggunaan bahan kimia tertentu bisa menyebabkan iritasi pada dentin. Meskipun hasilnya terlihat instan, pemutihan berlebihan justru dapat mengikis enamel dan membuat gigi lebih sensitif. Konsultasi dengan dokter gigi sangat disarankan sebelum melakukan prosedur ini. 


Solusi Medis yang Direkomendasikan Aesthetics Dental Care


ree

Gigi sensitif yang tak kunjung membaik bisa menjadi tanda perlunya penanganan medis. Jika rasa ngilu mulai mengganggu saat makan atau minum, jangan tunggu hingga menjadi lebih parah. Di ADC, kami menyediakan solusi Pain Relief yang dirancang untuk mengatasi gigi sensitif dengan pendekatan profesional dan minim rasa sakit, seperti berikut:


  1. Restorasi Gigi


Solusi ini ditujukan untuk gigi yang mengalami kerusakan struktural seperti lubang, retakan, atau permukaan yang terkikis. Melalui prosedur tambal gigi, inlay, onlay, atau solusi minimal invasive lain, struktur gigi yang hilang akan dipulihkan. 


Hasilnya, dentin yang sebelumnya terbuka akan terlindungi kembali, sehingga rasa ngilu bisa dikendalikan secara efektif. Klinik ADC di BSD, Tangerang, juga telah menggunakan teknologi modern untuk memastikan proses berjalan nyaman dan hasilnya tahan lama. 


  1. Painless Dental Cleaning


Gusi yang terinflamasi karena adanya plak dan karang gigi juga dapat membuat gigi sensitif. Oleh karena itu jika memang tidak ada gigi yang berlubang atau mengalami kerusakan, treatment yang dapat mengurangi sensitivitas gigi adalah dengan cara membersihkan karang gigi secara menyeluruh dan detail. Di Aesthetics Dental Care, kami menggunakan Airflow Prophylaxis Master untuk hasil yang maksimal dengan proses minim rasa sakit.


  1. Pemberian Obat/Vitamin Gigi Khusus


Perawatan minimal invasive lain adalah dengan memperkuat dan melindungi jaringan gusi dengan memberikan Vitamin Gigi khusus. Sama seperti Painless Dental Cleaning, therapy ini dilakukan jika tidak ada indikasi kerusakan gigi atau infeksi gigi.


  1. Perawatan Saluran Akar (Root Canal Treatment)


Jika sensitivitas disebabkan oleh infeksi pada jaringan pulpa di dalam gigi, maka perawatan saluran akar menjadi pilihan tepat. Prosedur ini mengangkat jaringan yang terinfeksi, membersihkan area dalam gigi, lalu menutupnya secara permanen.


Meskipun terdengar menyeramkan, teknik modern yang digunakan di ADC membuat proses ini minim rasa sakit dan memperpanjang umur gigi yang terancam rusak. 


  1. Penggantian Gigi Dengan Solusi Permanen


Pada kondisi tertentu, gigi yang terlalu rusak tidak lagi bisa diselamatkan. Dalam kasus seperti ini, pencabutan adalah solusi terbaik untuk mencegah infeksi menyebar. Untuk menjaga kualitas hidup dan komplikasi yang lebih parah, pencabutan gigi dapat dibarengi dengan penggantian dengan gigi tanam atau solusi yang lain.


ADC menawarkan layanan pencabutan gigi, termasuk operasi gigi bungsu, yang dilakukan oleh dokter umum maupun Spesialis Bedah Mulut. Prosedur dilakukan dengan hati-hati dan meminimalkan trauma jaringan agar penyembuhan lebih cepat dan nyaman. 


Kenapa Harus Pilih ADC untuk Perawatan Gigi Sensitif Anda?


Jika Anda mencari klinik gigi di BSD, Tangerang yang mengutamakan kenyamanan pasien sekaligus hasil yang presisi, berikut alasan mengapa ADC adalah pilihan yang tepat: 


  1. Painless Method


ADC menerapkan metode penerapan tanpa rasa sakit yang dirancang untuk meminimalkan trauma dan membuat Anda tetap rileks selama prosedur. Ini sangat penting, terutama untuk pasien dengan sensitivitas tinggi atau rasa takut terhadap perawatan gigi. 


  1. Digital Technology Terbaik


Kami menggunakan teknologi visualisasi 3D dan CBCT untuk mendiagnosis dan merencanakan perawatan secara menyeluruh. Teknologi ini memunginkan dokter melihat struktur gigi, akar, dan jaringan sekitarnya dengan lebih detail.


Penggunaan alat bantu visual tingkat tinggi seperti microscope dan high-power loupe juga memungkinkan dokter melihat detail terkecil pada gigi Anda. Hal ini meningkatkan akurasi tindakan, terutama untuk perawatan seperti tambal atau saluran akar. 


  1. Terjangkau dan Transparan (Affordable)


Biaya perawatan di ADC disesuaikan agar tetap terjangkau, tanpa mengorbankan kualitas layanan. Semua prosedur dokter gigi kami jelaskan terlebih dahulu, sehingga Anda tahu apa yang akan dirawat dan mengapa hal itu diperlukan. Transparasi biaya di depan juga bisa Anda lihat, sehingga semua berjalan tanpa kejutan di akhir.


  1. Minimal Invasive


ADC percaya bahwa perawatan terbaik adalah yang seminimal mungkin merusak jaringan alami gigi. Dengan prinsip “minimal invasive”, prosedur dilakukan secara efisien tanpa membuka terlalu banyak area, demi menjaga kekuatan struktur gigi. 


Jangan Tunggu Rasa Ngilu Makin Parah


ree

Sensitivitas gigi bisa menjadi pertanda awal dari masalah yang lebih serius. Menunda perawatan hanya akan memperburuk kondisi dan memperbesar risiko tindakan invasif di kemudian hari. Itulah mengapa penting untuk segera memahami penyebabnya dan mendapatkan perawatan sedini mungkin. 


Di klinik gigi Tangerang ADC, kami tidak hanya menangani gejala—kami mencari akar masalahnya dan memberikan solusi menyeluruh. Dari restorasi ringan hingga perawatan saluran akar, semuanya dilakukan dengan pendekatan profesional, teknologi canggih, dan painless method


Kini saatnya Anda mengembalikan kenyamanan saat makan, minum, dan tersenyum tanpa rasa khawatir. Jadwalkan konsultasi Anda di klinik gigi ADC yang berlokasi di BSD, Tangerang, dan temukan solusi pain relief yang sesuai dengan kondisi gigi Anda. Tim kami siap membantu Anda!


FAQ


  1. Apa penyebab utama gigi sensitif yang sering terjadi?


Penyebab paling umum dari gigi sensitif adalah enamel yang menipis akibat menyikat terlalu keras, konsumsi makanan asam, kebiasaan menggertakkan gigi, serta gusi yang menyusut karena penyakit periodontal. Faktor lain termasuk gigi berlubang, retak, atau penggunaan produk pemutih gigi yang berlebihan.


  1. Apakah gigi sensitif bisa sembuh total?


Gigi sensitif umumnya tidak bisa "sembuh total", namun bisa dikontrol dan diminimalkan dengan perawatan yang tepat. Perawatan medis seperti tambal gigi, pelindung enamel, hingga terapi saluran akar dapat secara signifikan meredakan gejalanya dan mencegah kerusakan lebih lanjut.


  1. Makanan apa saja yang sebaiknya dihindari jika punya gigi sensitif?


Hindari makanan dan minuman yang sangat dingin, panas, asam, atau manis berlebihan, seperti es krim, soda, kopi panas, buah citrus, dan makanan pedas. Jenis makanan ini dapat memicu rasa ngilu karena langsung menstimulasi dentin yang terbuka.


  1. Kapan harus ke dokter jika mengalami gigi sensitif?


Segera konsultasikan ke dokter gigi jika rasa ngilu berlangsung terus-menerus, semakin parah, atau disertai nyeri tajam saat mengunyah. Ini bisa menjadi tanda kerusakan gigi yang lebih serius seperti infeksi pulpa atau retakan mikro.


  1. Apakah pemutih gigi aman untuk gigi sensitif?


Pemutih gigi bisa memperburuk sensitivitas jika digunakan tanpa pengawasan. Jika Anda memiliki gigi sensitif, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum melakukan prosedur pemutihan. ADC, misalnya, menyediakan pilihan pemutihan gigi khusus untuk pasien dengan sensitivitas tinggi.

 
 
bottom of page